Thursday, 13 October 2011

mahabbah NUR ILAHI

Ku mencari cinta nan suci,
Tanpa pengaruh nafsu duniawi,
Terasa sukar jalan yang ditempuhi,
Penuh liku dan onak duri.
Sudah lama ku mencari-cari,
Cinta yang suci tidak bertepi,
Setelah lama ku menghausi,
Akhirnya, cinta murni-Mu dimiliki hati.
Ya Allah, cinta-Mu,
Sungguh indah dan syahdu,
Ya Rahman, Kasih-Mu,
Mencairkan hatiku yang keras dan kaku.
Titisan hidayah-Mu penyejuk jawarih ini,
Dingin mengalir bagai dibasahi,
Ku cuba dekati, dan ku pasti,
Rahmat-Mu selautan mata air Firdausi.
Ya Allah, redha-Mu ku cuba suluhi,
Agar ku bisa bertemu dengan-Mu nanti,
Moga redha-Mu mengiringi roh ini,
Menerusi cahaya mahabbah Ilahi...

- DI KEJAUHAN INI -

Sayang... di kejauhan ini
Ku sentuh hatimu dengan rasaku
Debarnya debar cinta
Denyutnya denyut setia
Ku usap air matamu yang jernih
Dengannya ku sulamrasa kasih
Kutatap matamu yang duka
Di situ kutemui makna rela
Sayang.. dikejauhan ini
Ku sapa salam setiamu
Ku sambut  senyum mesramu
Onak, duri dan jeriji besi ini
Tak kan menghalang bicara
... rasa kita berdua
Sayang, sayang, sayang,
Semakin terpisah...
cinta kita  semakin indah
Semakin jauh...
kasih kita semakin kukuh
Kita boleh hilang segalanya
Namun kita tidak mampu kehilangan cinta!

mengapakah ibumu menangis ? :(

Seorang anak laki-laki kecil bertanya kepada ibunya,
"Mengapa engkau menangis?"
"Kerana aku seorang wanita", kata sang ibu kepadanya.
"Aku tidak mengerti", kata anak itu.
Ibunya hanya memeluknya dan berkata,
"Dan kau tak akan pernah mengerti" Kemudian anak laki-laki itu bertanya kepada ayahnya,
"Mengapa ibu suka menangis tanpa alasan?"
"Semua wanita menangis tanpa alasan", hanya itu yang dapat dikatakan oleh ayahnya.
Anak laki-laki kecil itu pun lalu membesar menjadi seorang laki-laki dewasa, tetap ingin tahu mengapa wanita suka menangis. Akhirnya ia mendapat petunjuk dari Tuhan, Antara bisikan yang didengarinya adalah:
01."Ketika Aku menciptakan seorang wanita, ia diharuskan untuk menjadi seorang yang istimewa. Aku membuat bahunya cukup kuat untuk menopang dunia; namun, harus cukup lembut untuk memberikan kenyamanan "
02."Aku memberikannya kekuatan dari dalam untuk mampu melahirkan anak dan menerima penolakan yang seringkali datang dari anak-anaknya "
03."Aku memberinya kekerasan untuk membuatnya tetap tegar ketika orang-orang lain menyerah, dan mengasuh keluarganya dengan penderitaan dan kelelahan tanpa mengeluh "
04."Aku memberinya kepekaan untuk mencintai anak-anaknya dalam setiap keadaan, bahkan ketika anaknya bersikap sangat menyakiti hatinya "
05."Aku memberinya kekuatan untuk mendukung suaminya dalam kegagalannya dan melengkapi dengan tulang rusuk suaminya untuk melindungi hatinya "
06."Aku memberinya kebijaksanaan untuk mengetahui bahawa seorang suami yang baik takkan pernah menyakiti isterinya, tetapi kadang menguji kekuatannya dan ketetapan hatinya untuk berada di sisi suaminya tanpa ragu "
07."Dan akhirnya, Aku memberinya air mata untuk dititiskan. Ini adalah khusus miliknya untuk digunakan walaupun kadangkala dia tidak memerlukannya."
Tahukah kamu? Kecantikan seorang wanita bukanlah dari pakaian yang dikenakannya, susuk yang ia tampilkan, atau bagaimana ia menyisir rambutnya. Kecantikan seorang wanita harus dilihat dari matanya, karena itulah pintu hatinya - tempat dimana cinta itu ada.

mustahilkah untuk aku berubah ?


Mustahilkah? Susahkah? Pasti jawapannya tidak mustahil.
Tetapi bukankah perubahan itu ada dua jenis iaitu perubahan positif atau perubahan negatif (nauzubillah).
Tiba-tiba terfikir satu persoalan.
Mengapakah untuk melakukan perubahan yang positif itu lebih susah berbanding perubahan ke arah yang lebih negatif?
Adakah kerana diri ini lemah? Lemah untuk melawan godaan syaitan?
"Dan sesungguhnya syaitan-syaitan itu benar-benar menghalangi mereka dari jalan yang benar dan mereka menyangka bahwa mereka mendapat petunjuk" - Surah Az-Zukhruf 43 : 37
"Dan janganlah kamu sekali-kali dipalingkan oleh syaitan sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu" - Surah Az-Zukhruf 43 : 62
Tarik nafas dalam-dalam. Ambil masa, fikir sejenak.
Yang mana lebih kita kejarkan? Perbuahan yang lebih bagus atau yang sebaliknya?
Pastinya yang lebih baik.
Tetapi tidak dapat untuk kita nafikan untuk melakukan perubahan kearah kebaikan ini, jalannya dihiasi dengan ranjau yang peuh berduri, halangan, ejekan, ujian, dan semua ini adalah dugaan.
Kadang-kadang untuk berubah ini penuh dengan bisikan dan desas-desus manusia:
"Eh, kenapa A pakai tudung sekarang ini, bukankah dahulu dia seorang minah rempit, ini mesti tak lama nie!"
"Alhamdulillah, A dah mula berubah insya Allah sentiasa dirahmatinya"
Hendaklah kita sematkan dalam pemikiran kita, janganlah sesekali kita terpengaruh dengan kata-kata negatif terhadap diri kita, kerana andai kata kita terpengaruh dengan kata-kata tersebut, pasti berat kaki ini untuk melangkah ke alam baru, berat lagi hati ini untuk melakukannya.
Percayalah, kita lebih mengenali diri kita dari orang-orang lain, dan Allah lebih mengenali kita dari diri sendiri.
Tidaklah semua perkara itu manis untuk menuju ke syurga, kerana pasti Allah selitkan sedikit ujian untuk kita, bagi menguji diri ini.
"Apakah manusia mengira bahawa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan, “Kami telah beriman”, dan mereka tidak diuji?" - Surah Al-Ankabut 29:2
Apakah definisi perubahan sebenar dalam diri kita? Adakah hanya dari segi fizikal atau hati nurani? Yang mana akan datang dulu?
Sebenarnya, yang mana datang dahulu itu tidak penting, kerana yang lagi penting adalah hasilnya.
Andai kita rasa, perubahan fizikal seperti melabuhkan tudung dan pakaian itu lebih mudah, maka lakukan itu dahulu, kemudian kita melatih hati ini satu persatu, andai kita merasakan hati ini lagi senang untuk dilatih, maka latihlah ia dahulu.
Kerana perubahan itu datangnya dari hati yang ikhlas, yang tulus. Insya Allah.
Mari mulakan langkah kita bersama, kerana pintu taubat itu sentiasa terbuka.
Manusia sentiasa perlukan perubahan kerana iman kita naik dan turun. Jangan biar jalan kita dihiasi dengan futur.