assalammu'alaikum warahmatullahi :))
guys ~ sirius i m hated what i feel right now :(
dia - aku ? oh say NO TO LOVE each other .
taknak . taknak . taknak . HANYE kawan :) . \
hah ! yes . kite sahabat sejati cukop lha ehh :)
readers , aku SEDANG berusaha untuk mnjauhkan diri dengan lelakiLELAKI ajnabi di sekitar aku nhe :)
yeah mungkin Allah berikan aku rase ingin dimiliki nhe lagi sebagai ujian .
Allah nak lihat sejauh mane kateKATE aku sebelom nhe agaknye :)
insyaAllah .
aku nak pass ujian nhe !
aky ta na GAGAL lagi melawan nafsu chenta setan nhe . !
haih =='
acanenihh :(
serabot . serabot . serabot .
tapi i just wanna say . "I TRUST MA SELF " .
:)
cercite mengenai hati dah , hah !
SKRG MAHU CERCITE PASAL PMR pula lha kann .
sayangSAYANG sekalian ,
now ,
i m free from being a PMR VICTIM :)
HAHA :D
you know what ? /.
aku maseh risau oke dgn PMR !
acanenihh :(
risaw o . mesty skrg pemeriksa sedang memeriksa jwpnJWPN aku kan kan kan ? :(
hm , hanye mampu berdoa :(
TERSEKSA lha dgn perasaan cenggini :(
isyaww :D
hah ! whatever lha .
yg pntg i HAD DONE my best :D
just ONE , PLEASE PRAY FOR MY 8A .
thankyou readers :)
-PEACE-
:)
Wednesday, 26 October 2011
Sunday, 23 October 2011
mari termenung .
~✿..PERKARA yang TERINDAH dari seorang WANITA bukan pada saat ia TERSENYUM bahagia tetapi di saat butiran AIR MATA jatuh dalam DOA..bukan kerana KATA-KATA yang indah tetapi saat dia DIAM dalam ZIKIR..bukan kerana kecantikannya yang mempesona tetapi RUKUK dan SUJUDNYA yang tiada henti..maka dialah PERMATA yang dirindu & EMBUN yang dinanti, bahkan BIDADARI SYURGA pun cemburu padanya..✿~
Friday, 21 October 2011
muslimah ideal
Wahai ukhti muslimah, pernahkah terbersit dalam benakmu sebuah pertanyaan penting: Bagaimanakah karakteristik muslimah ideal itu?
Jawaban dari pertanyaan ini dapat kita temukan diantaranya dari lembaran sejarah generasi unggul, para muslimah alumnus madrasah kenabian: Asma binti Abu Bakar, Fatimah binti Khattab, Sumayyah, Asma binti Umais, Shafiyah binti Abdul Muthalib, Asy-Syifa binti Abdullah, Asma binti Yazid, dlsb.
Madrasah kenabian telah melahirkan generasi unggul dalam hal akhlak, prestasi, dan kemulian. Para alumnusnya terbentuk menjadi manusia-manusia teladan sepanjang zaman, dengan karakternya yang unik. Baik dari kalangan lelaki, maupun perempuan. Mereka laksana bintang-bintang di angkasa, mengukir dunia dengan keimanan, ketangguhan, sepak terjang, semangat, ilmu, dan pengabdiannya pada kebenaran Islam.
Madrasah kenabian telah melahirkan generasi unggul dalam hal akhlak, prestasi, dan kemulian. Para alumnusnya terbentuk menjadi manusia-manusia teladan sepanjang zaman, dengan karakternya yang unik. Baik dari kalangan lelaki, maupun perempuan. Mereka laksana bintang-bintang di angkasa, mengukir dunia dengan keimanan, ketangguhan, sepak terjang, semangat, ilmu, dan pengabdiannya pada kebenaran Islam.
Tentang mereka, Allah SWT berfirman:
Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. (QS. Ali Imran, 3: 110).
Orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS. At-Taubah, 9: 71).
Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. (QS. Ali Imran, 3: 110).
Orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS. At-Taubah, 9: 71).
Diantara sifat dan keteladanan yang ditunjukkan para shahabiyah yang harus kita contoh adalah:
Kesabaran mereka dalam mendukung dakwah
Anda tentu mengetahui Asma binti Abu Bakar[1] yang dijuluki Nabi sebagai dzaatun nithoqoin (sang pemilik dua ikat pinggang), karena ia telah membelah ikat pinggangnya menjadi dua bagian untuk membawa dan menyembunyikan makanan dan minuman yang akan diantarkannya kepada Rasulullah SAW bersama Abu Bakar ke gua pada hari hijrahnya.
Anda tentu mengetahui Asma binti Abu Bakar[1] yang dijuluki Nabi sebagai dzaatun nithoqoin (sang pemilik dua ikat pinggang), karena ia telah membelah ikat pinggangnya menjadi dua bagian untuk membawa dan menyembunyikan makanan dan minuman yang akan diantarkannya kepada Rasulullah SAW bersama Abu Bakar ke gua pada hari hijrahnya.
Asma pernah merasakan penyiksaan dari musuh Allah, Abu jahl, yang datang kepadanya untuk menanyakan tempat persembunyian ayahnya. Namun Asma memilih tutup mulut, sehingga hal ini membuat Abu Jahl marah, lalu menempelengnya dengan keras hingga anting-anting Asma terlempar dari telinganya.
Selain itu, sejarah mencatat wanita mulia lainnya, Ummu Hakim[2]. Ia rela menempuh perjalanan panjang dengan sedikit bekal, bermaksud menyusul suaminya Ikrimah bin Abu Jahl yang melarikan diri selepas futuh Makkah. Atas kehendak Allah, ia dapat bertemu suaminya yang saat itu sudah sampai di pantai dan bersiap-siap naik kapal. Ummu Hakim mengajak suaminya agar berislam, ia jelaskan kesempurnaan Islam dan keluhuran budi Rasulullah SAW, sehingga tumbuhlah benih-benih kebaikan dalam jiwa Ikrimah.
Selain itu, sejarah mencatat wanita mulia lainnya, Ummu Hakim[2]. Ia rela menempuh perjalanan panjang dengan sedikit bekal, bermaksud menyusul suaminya Ikrimah bin Abu Jahl yang melarikan diri selepas futuh Makkah. Atas kehendak Allah, ia dapat bertemu suaminya yang saat itu sudah sampai di pantai dan bersiap-siap naik kapal. Ummu Hakim mengajak suaminya agar berislam, ia jelaskan kesempurnaan Islam dan keluhuran budi Rasulullah SAW, sehingga tumbuhlah benih-benih kebaikan dalam jiwa Ikrimah.
Anda tahu kisah Ummu Syarik[3]? Sejak iman telah merasuk ke dalam hatinya dan menyadari kewajiban agamanya yang lurus, dia pun mengisi hidupnya untuk menyebarkan dakwah tauhid. Dia memulai dakwahnya dengan mendatangi para wanita Quraisy secara sembunyi-sembunyi. Setelah melakukan dakwah secara bergerilya beberapa lama, penduduk Makkah kemudian menangkapnya dan menyerahkan kepada keluarganya. Ummu Syarik kemudian disiksa oleh keluarganya dengan cara dijemur di bawah terik matahari selama tiga hari dan dipaksa meninggalkan Islam. Dalam kondisi payah, dimana pikiran, pendengaran dan penglihatannya seolah-olah telah hilang, ia hanya bisa menjawabnya dengan isyarat jari ke langit sebagai ungkapan tauhid. Dalam kondisi seperti itu Allah menurunkan karamahnya, tiba-tiba Ummu Syarik melihat ada satu timba yang turun dari langit berisi air sejuk menggelantung di hadapannya hingga ia bisa minum sampai puas dan menyiramkan air itu ke atas kepala, wajah, dan pakaiannya.
Kesabaran menghadapi kesulitan hidup
Sifat dan keteladanan dalam menghadapi kesulitan hidup ditunjukkan Asma binti Abu Bakar yang sabar hidup serba kekurangan bersama suaminya Abdullah bin Zubair. Ia rela membantu pekerjaan suaminya merawat kuda dan memasak. Ia biasa mengangkut kurma di atas kepalanya dari kebun yang jaraknya sejauh 2/3 farsakh dari rumahnya (1 farsakh kurang lebih 8 km).
Sifat dan keteladanan dalam menghadapi kesulitan hidup ditunjukkan Asma binti Abu Bakar yang sabar hidup serba kekurangan bersama suaminya Abdullah bin Zubair. Ia rela membantu pekerjaan suaminya merawat kuda dan memasak. Ia biasa mengangkut kurma di atas kepalanya dari kebun yang jaraknya sejauh 2/3 farsakh dari rumahnya (1 farsakh kurang lebih 8 km).
Memiliki Keterampilan
Wanita-wanita alumnus madrasah kenabian, bukanlah wanita-wanita pasif. Mereka memiliki bidang keahlian atau keterampilan hidup yang sesuai dengan zamannya. Ummu Kultsum[4] memiliki keterampilan kebidanan. Shafiyah binti Abdul Muthalib[5] dikenal sebagai wanita yang pandai bersyair. Ia pun sering terlibat dalam peperangan untuk mengobati pasukan yang terluka bersama muslimah lainnya seperti Asma binti Yazid, Ummu Sulaim, Ummu Haram, dll. Asy-Syifa binti Abdullah adalah wanita yang pandai menulis dan mampu mengajarkannya pada para muslimah-muslimah lain.
Wanita-wanita alumnus madrasah kenabian, bukanlah wanita-wanita pasif. Mereka memiliki bidang keahlian atau keterampilan hidup yang sesuai dengan zamannya. Ummu Kultsum[4] memiliki keterampilan kebidanan. Shafiyah binti Abdul Muthalib[5] dikenal sebagai wanita yang pandai bersyair. Ia pun sering terlibat dalam peperangan untuk mengobati pasukan yang terluka bersama muslimah lainnya seperti Asma binti Yazid, Ummu Sulaim, Ummu Haram, dll. Asy-Syifa binti Abdullah adalah wanita yang pandai menulis dan mampu mengajarkannya pada para muslimah-muslimah lain.
Aktif terlibat dalam jihad fi sabilillah
Pada masa Nabi, bukan hanya kaum pria saja yang terjun ke medan jihad. Para wanita pun turut andil di dalamnya sesuai dengan kemampuannya. Shafiyah binti Abdul Muthalib turut serta dalam perang Uhud, Khandaq, dan Khaibar sebagai pengobar semangat dan merawat yang terluka. Bahkan dalam Perang khandaq ia berhasil membunuh seorang Yahudi yang mengintai dan mengancam keselamatan para wanita di Madinah. Hal ini dilakukannya setelah Hasan bin Tsabit merasa enggan melakukannya.
Masih ada lagi sederet daftar nama para wanita muslimah yang terlibat dalam jihad fi sabilillah: Asma binti Yazid terjun di perang Yarmuk dan berhasil membunuh 9 orang tentara Romawi. Ummu Haram binti Milhan[6] turut dalam perang Cyprus dan gugur dalam perjalanan pulang. Ummu Hakim binti Al-Harits terlibat dalam pertempuran di Marjus Shafar dan berhasil membunuh 7 orang tentara Romawi sebelum mati syahid. Ummu Umarah (Nasibah binti Ka’b) turut dalam perang Uhud dan mendapatkan 13 luka. Sedangkan dalam peperangan penumpasan Musailamah Al-Kadzab dan pengikutnya ia mendapatkan 12 luka.
Pada masa Nabi, bukan hanya kaum pria saja yang terjun ke medan jihad. Para wanita pun turut andil di dalamnya sesuai dengan kemampuannya. Shafiyah binti Abdul Muthalib turut serta dalam perang Uhud, Khandaq, dan Khaibar sebagai pengobar semangat dan merawat yang terluka. Bahkan dalam Perang khandaq ia berhasil membunuh seorang Yahudi yang mengintai dan mengancam keselamatan para wanita di Madinah. Hal ini dilakukannya setelah Hasan bin Tsabit merasa enggan melakukannya.
Masih ada lagi sederet daftar nama para wanita muslimah yang terlibat dalam jihad fi sabilillah: Asma binti Yazid terjun di perang Yarmuk dan berhasil membunuh 9 orang tentara Romawi. Ummu Haram binti Milhan[6] turut dalam perang Cyprus dan gugur dalam perjalanan pulang. Ummu Hakim binti Al-Harits terlibat dalam pertempuran di Marjus Shafar dan berhasil membunuh 7 orang tentara Romawi sebelum mati syahid. Ummu Umarah (Nasibah binti Ka’b) turut dalam perang Uhud dan mendapatkan 13 luka. Sedangkan dalam peperangan penumpasan Musailamah Al-Kadzab dan pengikutnya ia mendapatkan 12 luka.
Berilmu
Aktivitas belajar mengajar adalah aktivitas yang juga digemari para shahabiyah. Sehingga mereka menjadi orang-orang yang berilmu.
a.Pada masa-masa awal Islam, Fathimah binti Khatab bersama suaminya Sa’id bin Zaid belajar Al-Qur’an kepada Khabbab bin ‘Arat.
b.Asma binti Yazid adalah shahabiyah yang dikenal rajin menyimak hadits-hadits Nabi dan paling berani bertanya tentang masalah-masalah agama. Ia juga sering dijadikan jubir kaum wanita untuk bertanya pada Nabi. Diantara perkara yang pernah ditanyakannya pada Nabi adalah masalah jihad bagi kaum wanita.
c.Ummu Waraqah[7] adalah penghafal quran yang baik bacaannya. Karena itu ia diangkat Nabi menjadi imam bagi kaum wanita.
d.Asy-Syifa binti Abdullah selain pandai menulis ia pun banyak belajar hadits dan sering diminta pendapat oleh Khalifah Umar bin Khattab dalam berbagai persoalan. Bahkan pada masa kekhalifahan Umar, Asy-Syifa binti Abdullah diangkat menjadi manajer pasar Madinah.
e.Rubayyi binti Muawwidz[8] adalah adalah salah seorang muslimah yang menjadi rujukan para sahabat senior dalam masalah hadits-hadits Nabi.
Aktivitas belajar mengajar adalah aktivitas yang juga digemari para shahabiyah. Sehingga mereka menjadi orang-orang yang berilmu.
a.Pada masa-masa awal Islam, Fathimah binti Khatab bersama suaminya Sa’id bin Zaid belajar Al-Qur’an kepada Khabbab bin ‘Arat.
b.Asma binti Yazid adalah shahabiyah yang dikenal rajin menyimak hadits-hadits Nabi dan paling berani bertanya tentang masalah-masalah agama. Ia juga sering dijadikan jubir kaum wanita untuk bertanya pada Nabi. Diantara perkara yang pernah ditanyakannya pada Nabi adalah masalah jihad bagi kaum wanita.
c.Ummu Waraqah[7] adalah penghafal quran yang baik bacaannya. Karena itu ia diangkat Nabi menjadi imam bagi kaum wanita.
d.Asy-Syifa binti Abdullah selain pandai menulis ia pun banyak belajar hadits dan sering diminta pendapat oleh Khalifah Umar bin Khattab dalam berbagai persoalan. Bahkan pada masa kekhalifahan Umar, Asy-Syifa binti Abdullah diangkat menjadi manajer pasar Madinah.
e.Rubayyi binti Muawwidz[8] adalah adalah salah seorang muslimah yang menjadi rujukan para sahabat senior dalam masalah hadits-hadits Nabi.
Berani menuntut keadilan
Sikap dan keteladanan dalam hal ini ditunjukkan Khuwailah binti Tsa’labah yang terkenal dengan kasus dzihar yang menyebabkan turunnya awal surat Al-Mujadilah.
Sikap dan keteladanan dalam hal ini ditunjukkan Khuwailah binti Tsa’labah yang terkenal dengan kasus dzihar yang menyebabkan turunnya awal surat Al-Mujadilah.
Menjadi partner suami yang baik dalam rumah tangga
Sebelumnya sudah disebutkan, bahwa Asma binti Abu bakar biasa turut membantu pekerjaan rumah tangga: memberi makan kuda, menumbuk kurma, mengambil air, memasak roti, dan mengangkut kurma. Semuanya itu dilakukannnya dengan sabar atas dasar keimanan dan ketaatan pada Allah SWT.
Ummu Sulaim[9] mampu menjadi penyeimbang suaminya, Abu Thalhah, dalam menghadapi musibah. Kisahnya yang terkenal adalah ketika anak mereka yang masih balita, Abu Umair, meninggal dunia karena sakit. Ummu Sulaim menghadapi kematian anaknya dengan sabar dan ridha. Ia kemudian meminta kepada keluarganya untuk tidak memberitahukan terlebih dahulu berita kematian Abu Umair kepada Abu Thalhah yang sangat menyayanginya.
Sebelumnya sudah disebutkan, bahwa Asma binti Abu bakar biasa turut membantu pekerjaan rumah tangga: memberi makan kuda, menumbuk kurma, mengambil air, memasak roti, dan mengangkut kurma. Semuanya itu dilakukannnya dengan sabar atas dasar keimanan dan ketaatan pada Allah SWT.
Ummu Sulaim[9] mampu menjadi penyeimbang suaminya, Abu Thalhah, dalam menghadapi musibah. Kisahnya yang terkenal adalah ketika anak mereka yang masih balita, Abu Umair, meninggal dunia karena sakit. Ummu Sulaim menghadapi kematian anaknya dengan sabar dan ridha. Ia kemudian meminta kepada keluarganya untuk tidak memberitahukan terlebih dahulu berita kematian Abu Umair kepada Abu Thalhah yang sangat menyayanginya.
Saat Abu Thalhah pulang dan bertanya keadaan Abu Umair, Ummu Sulaim menjawab: “Dia lebih tenang daripada sebelumnya.”. Abu Thalhah merasa gembira karena mengira anaknya sudah sembuh. Ummu Sulaim kemudian menghidangkan makan malam yang lezat, setelah itu ia bersolek melebihi biasanya dengan memakai pakaian, perhiasan, dan wangi-wangian yang terbaik hingga Abu Thalhah tertarik dan mengajaknya berjima’.
Ummu Sulaim melakukan itu karena tidak ingin melihat suaminya bersedih. Dia ingin agar suaminya tidur nyenyak. Barulah di akhir malam ia bertanya pada suaminya: “Wahai Abu Thalhah, bagaimana pendapatmu bila suatu kaum meminjami sesuatu kepada suatu keluarga, lalu kaum itu meminta kembali pinjamannya. Bolehkah keluarga tadi menahannya?” Abu Thalhah menjawab: “Tentu saja tidak boleh.”. Ummu Sulaim bertanya lagi: “Apa pendapatmu jika keluarga itu sangat keberatan untuk dimintai mengembalikan pinjaman tersebut setelah mereka keenakan memanfaatkannya.” Abu Thalhah kemudian berkata: “Tidak, menahan separonya pun tentu tidak boleh.” Ummu Sulaim berkata: “Sesungguhnya anakmu adalah titipan Allah dan kini Allah telah mengambilnya, maka relakanlah anakmu.”
Ummu Sulaim melakukan itu karena tidak ingin melihat suaminya bersedih. Dia ingin agar suaminya tidur nyenyak. Barulah di akhir malam ia bertanya pada suaminya: “Wahai Abu Thalhah, bagaimana pendapatmu bila suatu kaum meminjami sesuatu kepada suatu keluarga, lalu kaum itu meminta kembali pinjamannya. Bolehkah keluarga tadi menahannya?” Abu Thalhah menjawab: “Tentu saja tidak boleh.”. Ummu Sulaim bertanya lagi: “Apa pendapatmu jika keluarga itu sangat keberatan untuk dimintai mengembalikan pinjaman tersebut setelah mereka keenakan memanfaatkannya.” Abu Thalhah kemudian berkata: “Tidak, menahan separonya pun tentu tidak boleh.” Ummu Sulaim berkata: “Sesungguhnya anakmu adalah titipan Allah dan kini Allah telah mengambilnya, maka relakanlah anakmu.”
Dalam hal ini, Ummu Sulaim telah mengajarkan kepada setiap pasangan hidup, bahwa sebagai suami istri hendaknya mereka saling menopang dan menguatkan dalam menghadapi suka duka kehidupan.
Jangan lupa, menjadi partner yang baik itu bukan hanya dalam hal pekerjaan rumah tangga atau dalam hal menghadapi peristiwa-peristiwa penting dalam kehidupan keluarga. Dalam perkara ‘sepele’ sekali pun, misalnya dalam perkara jima’ (berhubungan intim), kita harus berusaha memposisikan diri menjadi partner yang baik. Hal ini dicontohkan Asma binti Umais yang pandai menyenangkan suami dalam hal menikmati kehidupan seksual, sehingga suaminya, Ali bin Abu Thalib, pernah berkata: “Kalian keliru jika beranggapan bahwa tidak ada perempuan yang syahwatnya bergelora. Tidak ada perempuan yang mempunyai sifat demikian, selain Asma binti Umais.”
Jangan lupa, menjadi partner yang baik itu bukan hanya dalam hal pekerjaan rumah tangga atau dalam hal menghadapi peristiwa-peristiwa penting dalam kehidupan keluarga. Dalam perkara ‘sepele’ sekali pun, misalnya dalam perkara jima’ (berhubungan intim), kita harus berusaha memposisikan diri menjadi partner yang baik. Hal ini dicontohkan Asma binti Umais yang pandai menyenangkan suami dalam hal menikmati kehidupan seksual, sehingga suaminya, Ali bin Abu Thalib, pernah berkata: “Kalian keliru jika beranggapan bahwa tidak ada perempuan yang syahwatnya bergelora. Tidak ada perempuan yang mempunyai sifat demikian, selain Asma binti Umais.”
Semoga kita dapat meneladani wanita-wanita mulia ini.
Maraji: Nisaau haula rasul karya Mahmud Mahdi Istanbuli dan Musthafa Abu Nashr Asy-Syilbi
Maraji: Nisaau haula rasul karya Mahmud Mahdi Istanbuli dan Musthafa Abu Nashr Asy-Syilbi
[1] Ia dalah putri Abu bakar, kakak dari Aisyah. Ibunda Abdullah bin Zubair ini adalah orang ke 18 yang masuk Islam.
[2] Ia istri Ikrimah bin Abu Jahl. Masuk Islam setelah futuh Makkah. Setelah suaminya syahid dalam perang Yarmuk ia dinikahi Khalid bin Sa’id.
[3] Namanya Ghaziyah binti Jabir bin Hakim, ia adalah istri Abul Akar Ad-Dausi.
[4] Ia anak Ali bin Abu Thalib. Ia dinikahi Umar dan melahirkan 2 anak: Zaid dan Ruqayyah.
[5] Ia adalah bibi Rasulullah.
[6] Ia adalah adik Ummu Sulaim. Ia dinikahi Ubadah bin Shamit. Ia adalah bibi Rasulullah SAW.
[7] Digelari Rasulullah SAW sebagai Syahidah.
[8] Ia termasuk assabiqunal awwalun. Ia ikut baiatu ridwan.
[9] Namanya Rumaisha. Suami pertamanya bernama Malik. Berikutnya ia dinikahi Abu Thalhah dengan syarat masuk Islam. Ada 2 ayat Al-Qur’an yang berkenaan dengan keluarga Ummu Sulaim (3:92 dan 59:9).
[2] Ia istri Ikrimah bin Abu Jahl. Masuk Islam setelah futuh Makkah. Setelah suaminya syahid dalam perang Yarmuk ia dinikahi Khalid bin Sa’id.
[3] Namanya Ghaziyah binti Jabir bin Hakim, ia adalah istri Abul Akar Ad-Dausi.
[4] Ia anak Ali bin Abu Thalib. Ia dinikahi Umar dan melahirkan 2 anak: Zaid dan Ruqayyah.
[5] Ia adalah bibi Rasulullah.
[6] Ia adalah adik Ummu Sulaim. Ia dinikahi Ubadah bin Shamit. Ia adalah bibi Rasulullah SAW.
[7] Digelari Rasulullah SAW sebagai Syahidah.
[8] Ia termasuk assabiqunal awwalun. Ia ikut baiatu ridwan.
[9] Namanya Rumaisha. Suami pertamanya bernama Malik. Berikutnya ia dinikahi Abu Thalhah dengan syarat masuk Islam. Ada 2 ayat Al-Qur’an yang berkenaan dengan keluarga Ummu Sulaim (3:92 dan 59:9).
Wednesday, 19 October 2011
kami hamba
Tiada lafaz seindah syahadah,
Tiada kata seagung namaMu,
Dengan bismillah aku mulakan,
NamaMu ku seru Ya Tuhan.
Tiada kata seagung namaMu,
Dengan bismillah aku mulakan,
NamaMu ku seru Ya Tuhan.
Wahai hamba,
Seandainya engkau Nabi,
Takkan pernah sekali,
Aku menyusun kata,
Memberi nasihat bermakna,
Walaupun engkau manusia,
Tetapi engkau maksum.
Seandainya engkau Nabi,
Takkan pernah sekali,
Aku menyusun kata,
Memberi nasihat bermakna,
Walaupun engkau manusia,
Tetapi engkau maksum.
Wahai hamba,
Seandainya engkau Malaikat,
Takkan pernah sekali,
Aku menutur kata,
Memberi teguran penuh hikmah,
Walaupun engkau hamba,
Engkau seorang yang taat,
Tak pernah buat silap.
Seandainya engkau Malaikat,
Takkan pernah sekali,
Aku menutur kata,
Memberi teguran penuh hikmah,
Walaupun engkau hamba,
Engkau seorang yang taat,
Tak pernah buat silap.
Namun,
Sayangnya,
Engkau bukanlah Rasul,
Bukan jua seorang malaikat,
Engkau adalah manusia biasa,
Tidak terlepas dari melakukan dosa,
Maka hak aku mengingatimu
Dengan berpesan-pesan,
Hak kamu juga mengingatiku,
Dengan kalimah penuh hikmah,
Mengatur kalam redha,
Menuju jannahNya
Yang kekal abadi
Sayangnya,
Engkau bukanlah Rasul,
Bukan jua seorang malaikat,
Engkau adalah manusia biasa,
Tidak terlepas dari melakukan dosa,
Maka hak aku mengingatimu
Dengan berpesan-pesan,
Hak kamu juga mengingatiku,
Dengan kalimah penuh hikmah,
Mengatur kalam redha,
Menuju jannahNya
Yang kekal abadi
Tuesday, 18 October 2011
Tenggelam relung dadaku dalam syahdu,
Titis mutiara jatuh berderai derai,
Mengukur layakkah diri menerima nikmat cinta sejati darimu Ya tuhanku,
Dengarlah bisikan doaku dalam sujud sembah pada-Mu...
Titis mutiara jatuh berderai derai,
Mengukur layakkah diri menerima nikmat cinta sejati darimu Ya tuhanku,
Dengarlah bisikan doaku dalam sujud sembah pada-Mu...
Aku yang menghitung luka-luka parah,
Menyelar tiap ketenangan pada angin lalu,
Aku yang mengadu domba pada alam,
Menyaksikan sang bulan memuntahkan darah merah...
Menyelar tiap ketenangan pada angin lalu,
Aku yang mengadu domba pada alam,
Menyaksikan sang bulan memuntahkan darah merah...
Tempiasnya mengukir parut-parut duka,
Kebeningan malam mencucuk sanubari,
Dalam dakapan rindu aku tersungkur jatuh tersembam,
Meraba raba mencari erti sebuah kasih sayang...
Kebeningan malam mencucuk sanubari,
Dalam dakapan rindu aku tersungkur jatuh tersembam,
Meraba raba mencari erti sebuah kasih sayang...
Apakah ini harga yang harus kubayar untuk setuang cinta dari-Mu Tuhanku?
Kehibaan aku merangkak menjilat noda yang menjerat jiwa,
Pada parah yang mencengkam hati nan luluh,
Dalam menghidang cinta buat penciptaku...
Kehibaan aku merangkak menjilat noda yang menjerat jiwa,
Pada parah yang mencengkam hati nan luluh,
Dalam menghidang cinta buat penciptaku...
Saturday, 15 October 2011
andai seorang lelaki itu datang
ndai seorang lelaki datang kepadamu ketika kau perlukan teman...
Andai seorang lelaki datang kepadamu dengan ciri-ciri lelaki idaman...
Andai seorang lelaki datang menegur dan membuatmu terhibur...
Andai seorang lelaki datang menanyakan pendapatmu tentang dirinya...
Andai seorang lelaki datang menanyakan tentang ketampanan wajah dan keromantikan dirinya kepadamu...
Andai seorang lelaki datang memintamu membetulkan kolar baju dan rambutnya...
Andai seorang lelaki datang kepadamu dengan ciri-ciri lelaki idaman...
Andai seorang lelaki datang menegur dan membuatmu terhibur...
Andai seorang lelaki datang menanyakan pendapatmu tentang dirinya...
Andai seorang lelaki datang menanyakan tentang ketampanan wajah dan keromantikan dirinya kepadamu...
Andai seorang lelaki datang memintamu membetulkan kolar baju dan rambutnya...
Andai seorang lelaki datang kepadamu sambil merapatkan badannya kepadamu...
Andai seorang lelaki datang tanpa segan silu padamu walau dirimu sudah pemalu, sopan dan ayu...
Andai datang waktu itu, apakah tindakanmu...
MUNGKIN PADA PANDANGAN LELAKI ITU,
"Kau sangat comel pada mataku"
"Kau dah seperti adik kandungku"
"Lu keras macam tomboy takkan lu nak feeling dengan gua"
"Kau dan aku bukan alim sangat jadi tak perlu hipokrit"
"Kaulah kekasihku, kau perlukan belaian dan sokongan moral dariku"
"Aku tahu kau sunyi, aku tak kisah kalau aku kau nodai. Aku sudi dan sabar menanti"
"Oh, kau adalah bakal isteriku, aku harus berlatih dari sekarang 'menumpangkan' bahuku"
"Ku berbuat begini tiada yang tahu, kau takkan cerita pada orang lain"
"Kau dah seperti adik kandungku"
"Lu keras macam tomboy takkan lu nak feeling dengan gua"
"Kau dan aku bukan alim sangat jadi tak perlu hipokrit"
"Kaulah kekasihku, kau perlukan belaian dan sokongan moral dariku"
"Aku tahu kau sunyi, aku tak kisah kalau aku kau nodai. Aku sudi dan sabar menanti"
"Oh, kau adalah bakal isteriku, aku harus berlatih dari sekarang 'menumpangkan' bahuku"
"Ku berbuat begini tiada yang tahu, kau takkan cerita pada orang lain"
TETAPI WAHAI PEREMPUAN, ADAKAH ITU YANG KAMU MAHU DAN DAMBAKAN? ADAKAH ITU YANG KAMU PERLUKAN?
Andai seorang lelaki itu datang...
Dan hanya dirimu pengawal gelanggang...
Dan hanya dirimu pengawal gelanggang...
BERANIKAN diri untuk BERUNDUR
GAGAHKAN diri untuk TIDAK CAIR DILEBUR
TABAHKAN diri untuk menjadi PEREMPUAN EKSLUSIF YANG UNGGUL!
GAGAHKAN diri untuk TIDAK CAIR DILEBUR
TABAHKAN diri untuk menjadi PEREMPUAN EKSLUSIF YANG UNGGUL!
Perempuan yang taat hanya pada lelaki bernama ayah dan suami
Perempuan yang sedar maruah dan keunikan diri
Perempuan yang takkan cair dengan pujukan rayu 'syaitan' lelaki
Perempuan yang punya jati diri, berundur kerana TAK MAHU SUAMINYA NANTI DIBAYANGI BEKAS TEMAN-TEMAN LELAKI.
Sesungguhnya, neraka itu hakiki...
Perempuan yang sedar maruah dan keunikan diri
Perempuan yang takkan cair dengan pujukan rayu 'syaitan' lelaki
Perempuan yang punya jati diri, berundur kerana TAK MAHU SUAMINYA NANTI DIBAYANGI BEKAS TEMAN-TEMAN LELAKI.
Sesungguhnya, neraka itu hakiki...
Ingatlah wahai diri yang bernama perempuan,
Andai seorang lelaki itu datang...
Beranikanlah diri untuk BERFIKIR dan MENOLAK dengan mata...
Andai seorang lelaki itu datang...
Beranikanlah diri untuk BERFIKIR dan MENOLAK dengan mata...
Perempuan y suci adlh perempuan y d jg oleh Allah, x sdikt pun Allah mmbenarkan mn2 lelaki ajnabi mnyentuh dirinya mahupun hatinya.kerna Allah sgt mncintainya.
Tapi andai dr sring bergelumg dgn cinta lelaki y bkn mhrm..d mn Allah utk mnjga dirinya.?
Allah sprti mlpskan kta kpd seorg mnsia y lbh byk mgecewakan kta.
Jika Allah dtgkan ksdran dlm dr agar mninggalkan cinta seorg lelaki y tidak halal bg kta, bermakna Allah ingn kita kembali kpdnya..
Kekuatan usah d tggu tp hrs d cari..
hrgailah ksmptn y Allah berikan.
"SEBESAR-BESAR DOSA ADALaH DOSA Y D LAKUKAN KETIKA KITA RASA BERDOSA MELAKUKANNYA" -imam al Ghazali- :D
Tapi andai dr sring bergelumg dgn cinta lelaki y bkn mhrm..d mn Allah utk mnjga dirinya.?
Allah sprti mlpskan kta kpd seorg mnsia y lbh byk mgecewakan kta.
Jika Allah dtgkan ksdran dlm dr agar mninggalkan cinta seorg lelaki y tidak halal bg kta, bermakna Allah ingn kita kembali kpdnya..
Kekuatan usah d tggu tp hrs d cari..
hrgailah ksmptn y Allah berikan.
"SEBESAR-BESAR DOSA ADALaH DOSA Y D LAKUKAN KETIKA KITA RASA BERDOSA MELAKUKANNYA" -imam al Ghazali- :D
GOLONGAN MUNAFIK, sejahat-jahat makhluk ALLAH..
~✿ Mereka memakai baju agama padahal mereka TIDAK IKHLAS berbuat demikian dan tidak merelakannya..
~✿ Mereka menganggap Islam laksana baju yang boleh dipakai dan DITINGGALKAN hanya apabila ianya mendatangkanKEUNTUNGAN kepada mereka..
~✿ Mulut mereka mengatakan BERIMAN kepada Allah SWT dan hari akhirat tetapi HATI mereka KUFUR..
~✿ Ada KEPENTINGAN DIRI yang mahu dijaga..
~✿ Golongan munafik, dengan KERJASAMA kaum Yahudi, sangat aktif di dalam mempertikaikan wahyu dan hadis Nabi Muhammad SAW..
~✿ Tanda munafik mudah dikenal melalui KEENGGANAN mereka berjuang pada jalan Allah SWT..
~✿ Golongan munafik adalah ilmuan yang mengeluarkan al-Quran tiruan dan Hadis palsu, terutamanya dalam soal yang bersangkutan dengan AKIDAH dan KEBATINAN..
~✿ Orang yang BERILMU dapat melihat penyelewengan tersebut tetapi orang jahil akan KELIRU kerana si munafik bercakap tentang Allah SWT dan agama Islam. Lebih-lebih lagi si munafik itu PANDAI menggunakan hujah keagamaan, terutamanya secara usul yang tidak ada kesudahan..
FirmanNya:
“Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan, sebahagian dengan sebahagian yang lain adalah sama, mereka menyuruh membuat yang mungkar dan melarang berbuat yang makruf dan mereka menggenggamkan tangannya. Mereka telah LUPA kepada Allah, maka Allah melupakan mereka. Sesungguhnya orang-orang munafik, itulah orang-orang yang FASIK.”
(QS At-Taubah: 67)
~✿ Mereka memakai baju agama padahal mereka TIDAK IKHLAS berbuat demikian dan tidak merelakannya..
~✿ Mereka menganggap Islam laksana baju yang boleh dipakai dan DITINGGALKAN hanya apabila ianya mendatangkanKEUNTUNGAN kepada mereka..
~✿ Mulut mereka mengatakan BERIMAN kepada Allah SWT dan hari akhirat tetapi HATI mereka KUFUR..
~✿ Ada KEPENTINGAN DIRI yang mahu dijaga..
~✿ Golongan munafik, dengan KERJASAMA kaum Yahudi, sangat aktif di dalam mempertikaikan wahyu dan hadis Nabi Muhammad SAW..
~✿ Tanda munafik mudah dikenal melalui KEENGGANAN mereka berjuang pada jalan Allah SWT..
~✿ Golongan munafik adalah ilmuan yang mengeluarkan al-Quran tiruan dan Hadis palsu, terutamanya dalam soal yang bersangkutan dengan AKIDAH dan KEBATINAN..
~✿ Orang yang BERILMU dapat melihat penyelewengan tersebut tetapi orang jahil akan KELIRU kerana si munafik bercakap tentang Allah SWT dan agama Islam. Lebih-lebih lagi si munafik itu PANDAI menggunakan hujah keagamaan, terutamanya secara usul yang tidak ada kesudahan..
FirmanNya:
“Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan, sebahagian dengan sebahagian yang lain adalah sama, mereka menyuruh membuat yang mungkar dan melarang berbuat yang makruf dan mereka menggenggamkan tangannya. Mereka telah LUPA kepada Allah, maka Allah melupakan mereka. Sesungguhnya orang-orang munafik, itulah orang-orang yang FASIK.”
(QS At-Taubah: 67)
Friday, 14 October 2011
BILAKAH TIBA WAKTUNYA ?
Kematian,
Di saat ku seru namaMu,
Terasa menggigil diri ini menunggu saatnya,
Detiknya tidak ku ketahui,
Bila-bila masa yang tidak ku jangka.
Di saat ku seru namaMu,
Terasa menggigil diri ini menunggu saatnya,
Detiknya tidak ku ketahui,
Bila-bila masa yang tidak ku jangka.
Kematian,
Setiap insan gerun menantinya,
Hanya amal senipis kulit bawang,
Mampukah menggapai kebahagiaan,
Mampukah mendapat syurgaMu.
Setiap insan gerun menantinya,
Hanya amal senipis kulit bawang,
Mampukah menggapai kebahagiaan,
Mampukah mendapat syurgaMu.
Kematian,
Di dunia hidup penuh noda,
Di selubungi kemaksiatan,
Tidak di jaga ikhtilat lelaki dan perempuan,
hanya penuh dengan nafsu amaratu bissu\'.
Di dunia hidup penuh noda,
Di selubungi kemaksiatan,
Tidak di jaga ikhtilat lelaki dan perempuan,
hanya penuh dengan nafsu amaratu bissu\'.
Kematian,
Kian hampir tanpa di duga,
Mmalaikat izrail datang memanggil,
Nafas terakhir untuk di hembuskan,
Bersedialah melangkah alam barzakh,
Pertimbangan amal menuju syurga atau neraka.
Kian hampir tanpa di duga,
Mmalaikat izrail datang memanggil,
Nafas terakhir untuk di hembuskan,
Bersedialah melangkah alam barzakh,
Pertimbangan amal menuju syurga atau neraka.
Taubat nasuha memohon penghapusan dosa,
Buat hambaMu yang berdosa,
Moga syurgaNya destinasi ku,
Impian manusia ciptaanNya.
Buat hambaMu yang berdosa,
Moga syurgaNya destinasi ku,
Impian manusia ciptaanNya.
mutiara khalifah
Setiap orang yang musafir mesti memperlengkapi bekalannya. Siapkanlah taqwa dalam perjalanan kamu dari dunia menuju akhirat. Pastikan dirimu sama ada mendapat pahala atau siksa, senang atau susah."
"Jangan biarkan masa berlalu sehingga hatimu menjadi keras dan musuh sempat mengoda. Sebaik-baiknya saudara menganggap bahawa hidup pada petang hari tidak akan sampai ke pagi hari dan hidup pada pagi hari tidak akan sampai ke petang hari. Memang tidak jarang terjadi kematian di tengah-tengahnya."
"Saudara-saudara dapat menyaksikan sendiri bahawa ramai orang yang tertipu dengan dunia, padahal orang yang layak bergembira tidak lain kecuali orang yang selamat daripada siksaan Allah SWT dan orang yang lepas dari tragedi hari qiamat."
"Sementara orang yang tidak mahu mengubati yang sudah luka, kemudian datang lagi penyakit lain, bagaimana mungkin mahu bergembira? Aku berlindung kepada Allah SWT daripada perbuatan yang tidak aku pegangi dan amalkan sendiri. Seandainya begitu, alangkah rugi dan tercelanya aku. Dan jelaslah tempatku nanti pada hari yang jelas kelihatan siapa yang kaya dan siapa yang miskin."
"Di sana nanti akan diadakan timbangan amal serta manusia akan diserahi tanggungjawab yang berat. Seandainya tugas itu dipikul oleh binatang-binatang nescaya ia akan hancur, jika dipikul oleh gunung nescaya ia akan runtuh, kalau dipikul oleh bumi nescaya bumi akan retak. Saudara-saudara belum tahu bahawa tiada tempat di antara Syurga dan Neraka? Kamu akan memasuki salah satu daripadanya."
"Ada seorang lelaki yang mengirim surat kepada rakannya yang isinya : "Sesungguhnya dunia ini adalah tempat bermimpi dan akhirat barulah terjaga." Jarak pemisah antara keduanya adalah mati. Jadi, kita sekarang sedang bermimpi yang panjang."
Kata-kata di atas adalah kata-kata Khalifah Umar bin Abdul Aziz, khalifah Bani Umayyah ke-6.
Thursday, 13 October 2011
mahabbah NUR ILAHI
Ku mencari cinta nan suci,
Tanpa pengaruh nafsu duniawi,
Terasa sukar jalan yang ditempuhi,
Penuh liku dan onak duri.
Tanpa pengaruh nafsu duniawi,
Terasa sukar jalan yang ditempuhi,
Penuh liku dan onak duri.
Sudah lama ku mencari-cari,
Cinta yang suci tidak bertepi,
Setelah lama ku menghausi,
Akhirnya, cinta murni-Mu dimiliki hati.
Cinta yang suci tidak bertepi,
Setelah lama ku menghausi,
Akhirnya, cinta murni-Mu dimiliki hati.
Ya Allah, cinta-Mu,
Sungguh indah dan syahdu,
Ya Rahman, Kasih-Mu,
Mencairkan hatiku yang keras dan kaku.
Sungguh indah dan syahdu,
Ya Rahman, Kasih-Mu,
Mencairkan hatiku yang keras dan kaku.
Titisan hidayah-Mu penyejuk jawarih ini,
Dingin mengalir bagai dibasahi,
Ku cuba dekati, dan ku pasti,
Rahmat-Mu selautan mata air Firdausi.
Dingin mengalir bagai dibasahi,
Ku cuba dekati, dan ku pasti,
Rahmat-Mu selautan mata air Firdausi.
Ya Allah, redha-Mu ku cuba suluhi,
Agar ku bisa bertemu dengan-Mu nanti,
Moga redha-Mu mengiringi roh ini,
Menerusi cahaya mahabbah Ilahi...
Agar ku bisa bertemu dengan-Mu nanti,
Moga redha-Mu mengiringi roh ini,
Menerusi cahaya mahabbah Ilahi...
- DI KEJAUHAN INI -
Sayang... di kejauhan ini
Ku sentuh hatimu dengan rasaku
Debarnya debar cinta
Denyutnya denyut setia
Ku usap air matamu yang jernih
Dengannya ku sulamrasa kasih
Kutatap matamu yang duka
Di situ kutemui makna rela
Sayang.. dikejauhan ini
Ku sapa salam setiamu
Ku sambut senyum mesramu
Onak, duri dan jeriji besi ini
Tak kan menghalang bicara
... rasa kita berdua
Sayang, sayang, sayang,
Semakin terpisah...
cinta kita semakin indah
Semakin jauh...
kasih kita semakin kukuh
Kita boleh hilang segalanya
Namun kita tidak mampu kehilangan cinta!
Ku sentuh hatimu dengan rasaku
Debarnya debar cinta
Denyutnya denyut setia
Ku usap air matamu yang jernih
Dengannya ku sulamrasa kasih
Kutatap matamu yang duka
Di situ kutemui makna rela
Sayang.. dikejauhan ini
Ku sapa salam setiamu
Ku sambut senyum mesramu
Onak, duri dan jeriji besi ini
Tak kan menghalang bicara
... rasa kita berdua
Sayang, sayang, sayang,
Semakin terpisah...
cinta kita semakin indah
Semakin jauh...
kasih kita semakin kukuh
Kita boleh hilang segalanya
Namun kita tidak mampu kehilangan cinta!
mengapakah ibumu menangis ? :(
Seorang anak laki-laki kecil bertanya kepada ibunya,
"Mengapa engkau menangis?"
"Kerana aku seorang wanita", kata sang ibu kepadanya.
"Aku tidak mengerti", kata anak itu.
Ibunya hanya memeluknya dan berkata,
"Dan kau tak akan pernah mengerti" Kemudian anak laki-laki itu bertanya kepada ayahnya,
"Mengapa ibu suka menangis tanpa alasan?"
"Semua wanita menangis tanpa alasan", hanya itu yang dapat dikatakan oleh ayahnya.
Anak laki-laki kecil itu pun lalu membesar menjadi seorang laki-laki dewasa, tetap ingin tahu mengapa wanita suka menangis. Akhirnya ia mendapat petunjuk dari Tuhan, Antara bisikan yang didengarinya adalah:
01."Ketika Aku menciptakan seorang wanita, ia diharuskan untuk menjadi seorang yang istimewa. Aku membuat bahunya cukup kuat untuk menopang dunia; namun, harus cukup lembut untuk memberikan kenyamanan "
02."Aku memberikannya kekuatan dari dalam untuk mampu melahirkan anak dan menerima penolakan yang seringkali datang dari anak-anaknya "
03."Aku memberinya kekerasan untuk membuatnya tetap tegar ketika orang-orang lain menyerah, dan mengasuh keluarganya dengan penderitaan dan kelelahan tanpa mengeluh "
04."Aku memberinya kepekaan untuk mencintai anak-anaknya dalam setiap keadaan, bahkan ketika anaknya bersikap sangat menyakiti hatinya "
05."Aku memberinya kekuatan untuk mendukung suaminya dalam kegagalannya dan melengkapi dengan tulang rusuk suaminya untuk melindungi hatinya "
06."Aku memberinya kebijaksanaan untuk mengetahui bahawa seorang suami yang baik takkan pernah menyakiti isterinya, tetapi kadang menguji kekuatannya dan ketetapan hatinya untuk berada di sisi suaminya tanpa ragu "
07."Dan akhirnya, Aku memberinya air mata untuk dititiskan. Ini adalah khusus miliknya untuk digunakan walaupun kadangkala dia tidak memerlukannya."
Tahukah kamu? Kecantikan seorang wanita bukanlah dari pakaian yang dikenakannya, susuk yang ia tampilkan, atau bagaimana ia menyisir rambutnya. Kecantikan seorang wanita harus dilihat dari matanya, karena itulah pintu hatinya - tempat dimana cinta itu ada.
mustahilkah untuk aku berubah ?
Mustahilkah? Susahkah? Pasti jawapannya tidak mustahil.
Tetapi bukankah perubahan itu ada dua jenis iaitu perubahan positif atau perubahan negatif (nauzubillah).
Tiba-tiba terfikir satu persoalan.
Mengapakah untuk melakukan perubahan yang positif itu lebih susah berbanding perubahan ke arah yang lebih negatif?
Adakah kerana diri ini lemah? Lemah untuk melawan godaan syaitan?
"Dan sesungguhnya syaitan-syaitan itu benar-benar menghalangi mereka dari jalan yang benar dan mereka menyangka bahwa mereka mendapat petunjuk" - Surah Az-Zukhruf 43 : 37
"Dan janganlah kamu sekali-kali dipalingkan oleh syaitan sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu" - Surah Az-Zukhruf 43 : 62
Tarik nafas dalam-dalam. Ambil masa, fikir sejenak.
Yang mana lebih kita kejarkan? Perbuahan yang lebih bagus atau yang sebaliknya?
Pastinya yang lebih baik.
Tetapi tidak dapat untuk kita nafikan untuk melakukan perubahan kearah kebaikan ini, jalannya dihiasi dengan ranjau yang peuh berduri, halangan, ejekan, ujian, dan semua ini adalah dugaan.
Kadang-kadang untuk berubah ini penuh dengan bisikan dan desas-desus manusia:
"Eh, kenapa A pakai tudung sekarang ini, bukankah dahulu dia seorang minah rempit, ini mesti tak lama nie!"
"Alhamdulillah, A dah mula berubah insya Allah sentiasa dirahmatinya"
Hendaklah kita sematkan dalam pemikiran kita, janganlah sesekali kita terpengaruh dengan kata-kata negatif terhadap diri kita, kerana andai kata kita terpengaruh dengan kata-kata tersebut, pasti berat kaki ini untuk melangkah ke alam baru, berat lagi hati ini untuk melakukannya.
Percayalah, kita lebih mengenali diri kita dari orang-orang lain, dan Allah lebih mengenali kita dari diri sendiri.
Tidaklah semua perkara itu manis untuk menuju ke syurga, kerana pasti Allah selitkan sedikit ujian untuk kita, bagi menguji diri ini.
"Apakah manusia mengira bahawa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan, “Kami telah beriman”, dan mereka tidak diuji?" - Surah Al-Ankabut 29:2
Apakah definisi perubahan sebenar dalam diri kita? Adakah hanya dari segi fizikal atau hati nurani? Yang mana akan datang dulu?
Sebenarnya, yang mana datang dahulu itu tidak penting, kerana yang lagi penting adalah hasilnya.
Andai kita rasa, perubahan fizikal seperti melabuhkan tudung dan pakaian itu lebih mudah, maka lakukan itu dahulu, kemudian kita melatih hati ini satu persatu, andai kita merasakan hati ini lagi senang untuk dilatih, maka latihlah ia dahulu.
Kerana perubahan itu datangnya dari hati yang ikhlas, yang tulus. Insya Allah.
Mari mulakan langkah kita bersama, kerana pintu taubat itu sentiasa terbuka.
Manusia sentiasa perlukan perubahan kerana iman kita naik dan turun. Jangan biar jalan kita dihiasi dengan futur.
Subscribe to:
Comments (Atom)

